Sudah Seharusnya Kita Mengenal TOR (The Onion Router)

https://www.torproject.org

Berkat perkembangan teknologi yang begitu pesat memungkinkan manusia dapat berkomunikasi dan saling bertukar informasi atau data secara jarak jauh. Antar kota antar wilayah antar negara bahkan antar benua bukan merupakan suatu kendala lagi dalam melakukan komunikasi dan pertukaran data. Seiring dengan itu tuntutan akan keamanan terhadap kerahasiaan informasi yang saling dipertukarkan tersebut semakin meningkat. Begitu banyak pengguna seperti departemen pertahanan, suatu perusahaan atau bahkan individu-individu tidak ingin informasi yang disampaikannya diketahui oleh orang lain atau negara lain. Dengan masalah itulah saya terinspirasi untuk menulis artikel Pengenalan TOR ini untuk memberikan solusi bagi anda yang ingin berkomunikasi secara aman. Dengan hadirnya TOR, komunikasi yang dilakukan melalui jaringan komputer akan terjaga kerahasiaannya dengan identitas yang anonim.

Kita awali dengan Onion routing, yaitu suatu teknik untuk berkomunikasi secara anonim melalui jaringan komputer. Dalam sebuah Onion Network, pesan yang dikemas dalam lapisan enkripsi. Data dienkripsi dan ditransmisikan melalui serangkaian node jaringan disebut onion router. Ketika berada pada lapisan node akhir, pesan akan di-dekripsi untuk menuju ke tempat tujuan. Pengirim akan tetap anonim karena setiap perantara hanya tahu lokasi node sebelum dan sesudahnya. Bawang routing yang dikembangkan pada pertengahan 1990-an di Laboratorium Penelitian Angkatan Laut Amerika Serikat oleh karyawan yang bernama Paul Syverson, Michael Reed, dan David Goldschlag untuk melindungi komunikasi online intelijen US (United States) lalu dikembangkan lebih lanjut oleh Lanjutan Pertahanan Research Projects Agency (DARPA) dan dipatenkan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat pada tahun 1998. Ilmuwan komputer Roger Dingledine dan Nick Mathewson bergabung dengan Paul Syverson pada tahun 2002 untuk mengembangkan apa yang akan menjadi hal yang terbesar dan paling terkenal sebagai implementasi Onion Routing, yaitu TOR (The Onion Router), kemudian disebut Proyek Onion Routing atau proyek TOR. Setelah Naval Research Laboratory merilis kode untuk TOR dibawah lisensi gratis, kemudian Roger Dingledine, Nick Mathewson dan lima orang lainnya mendirikan The Tor Project sebagai organisasi non-profit pada tahun 2006, dengan dukungan keuangan dari Electronic Frontier Foundation dan beberapa organisasi lainnya. Hari ini, TOR digunakan setiap hari untuk berbagai keperluan oleh militer, wartawan, aparat penegak hukum, aktivis, dan banyak lainnya.

Apa itu TOR?

TOR (The Onion Router) adalah jaringan virtual tunnel yang memungkinkan data yang dikirimkan pengguna melalui node-node atau komputer-komputer yang sudah ditentukan oleh server directory node TOR dalam keadaan ter-enkripsi sehingga sulit untuk dilacak darimana sumbernya. Walaupun data berhasil dibajak oleh pihak ketiga, data tersebut juga aman karena data dalam keadaan ter-enkripsi dan hanya node-node dari TOR yang bisa men-deskripsi data tersebut. Jaringan TOR melibatkan tiga node atau komputer bahkan bisa lebih sebagai rute atau relayer, node yang bertugas sebagai relayer hanya tau identitas node pengirim dan node penerima data, node relayer tidak pernah tau siapa pengirim asli data tersebut dan setelah data tersebut berhasil dikirim, setiap relayer akan menghapus jejak yang ada secara otomatis sehingga pengirim yang asli data tersebut menjadi sangat sulit dilacak. Konsepnya seperti mengupas bawang dan inti bawang sebagai sebuah data penting.

Siapa yang menggunakan TOR?

Sacara umum TOR bisa digunakan oleh setiap orang yang tidak ingin diketahui identitasnya saat melakukan aktifitas atau berkomunikasi di internet, tapi secara khusus bisa digolongkan seperti orang-orang dibawah ini:

  • Orang biasa juga menggunakan Tor
  • Wartawan dan penonton mereka menggunakan Tor
  • Aparat penegak hukum menggunakan Tor
  • Aktivis & Pelapor menggunakan Tor
  • Tinggi & rendah profil orang menggunakan Tor
  • Eksekutif bisnis menggunakan Tor
  • Blogger menggunakan Tor
  • Militer menggunakan Tor
  • IT Profesional menggunakan Tor
  • Edward Snowden dikabarkan juga memakai TOR untuk membocorkan program mata-mata rahasia NSA kepada pers, lihat berita di tekno.kompas.com
Untuk penjelasan lebih lengkapnya silahkan lihat pada Who uses Tor?


Bagaimana Cara Kerja TOR?

Sebagaimana namanya "The Onion Router" yang berarti "Rute Bawang", selayaknya bawang yang memiliki kulit yang berlapis-lapis, begitu juga perinsip kerja TOR, coba anda lihat pada gambar dibawah ini, kita ibaratkan bawangnya memiliki kulit 3 lapis dan intinya adalah data yang akan dikirim, misalnya dari aplikasi TOR Browser kita menulis sebuah data dan data tersebut tidak dikirim begitu saja, melainkan akan dilapisi dengan 3 kulit enkripsi, berarti data anda sebagai inti yang berada ditengah-tengah, kemudian data tersebut akan anda kirim ke tujuan anda yang jauh ataupun dekat dengan anda, lalu ibaratkan ada 3 orang pengantar surat sebagai perantara dan mereka berada di post yang berbeda, setelah anda memberikan pesan yang sudah dilapisi dengan kulit 3 lapis enkripsi tadi ke pengantar surat ke-1, lalu pengantar surat ke-1 akan mengupas sebuah kulit enkripsi dan memberikan surat itu ke pengantar surat ke-2, begitu juga dengan pengantar surat ke-2 akan mengupas sebuah kulit lagi dan memberikannya ke pengantar surat ke-3, pengantar surat ke-3 juga akan mengupas sebuah kulit lagi dan memberikan isi data yang sebenarnya kepada tujuan anda. Semua kulit yang sudah dikupas oleh pengantar surat tadi akan dihilangkan alias dihapus, hanya pengantar surat yang mampu mengupas kulit tersebut. Dengan begitu, jika ada orang yang mengambil data tersebut dalam keadaan dilapisi sebuah kulit enkripsi, orang itu tidak akan mampu untuk membuka lapisan kulit enkripsi tersebut walaupun melakukannya dengan berbagai cara. Jadi data tersebut terjamin kerahasiaannya walaupun sudah dibajak oleh orang lain. Begitulah jika di ibaratkan cara kerja TOR ini, tapi kelemahannya ialah jika ada seseorang yang membajak data tersebut dalam keadaan tidak terlapisi kulit enkripsi, maka data tersebut akan diketahui, pihak yang mengetahuinya bisa mengambil keuntungan dari data tersebut, data yang tidak terlapisi kulit enkripsi berada pada pengantar surat ke-3 yang dalam perjalanan untuk memberikannya kepada tujuan anda.

TOR (The Onion Router)
TOR (The Onion Router)
TOR (The Onion Router)



Mungkin penjelasan saya diatas terlihat begitu berbelit-belit, tapi anda juga bisa melihat cara kerja TOR pada gambar dibawah ini, gambar yang saya ambil dari situs resmi Proyek TOR. 

Pada gambar How Tor Works: 1

Keterangan:

Tanda "+" (plus) sebagai Tor node
Tanda "garis hijau" sebagai link yang sudah di Enkripsi
Tanda "garis merah putus-putus" sebagai link yang tidak di Enkripsi

TOR (The Onion Router)


Langkah pertama: sebut saja Alice adalah nama seorang client yang memakai Browser TOR (The Onion Router) di komputer-nya dan Alice ingin mengunjungi Server "Bob", dari Browser TOR yang ada dikomputer Alice sebenarnya tidak langsung menuju ke Server "Bob" melainkan koneksi Alice akan Server Directory TOR terlebih dahulu untuk membangun sirkuit, Server Directory TOR berisi daftar node TOR untuk pembangunan sirkuit yang menuju ke Server "Bob" dan setelah daftar node TOR sudah didapatkan dari Server Directory TOR, dengan otomatis sirkuit akan dibagun oleh Server Directory TOR. Pada gambar node TOR ditandai dengan ikon komputer yang ada tanda "+" (plus), berarti komputer itulah yang akan dijadikan sirkuit atau rute untuk menuju ke Server "Bob".

Pada gambar How Tor Works: 2

TOR (The Onion Router)


Langkah kedua: Setelah sirkuit sudah dibagun, koneksi Alice akan dibawa untuk melintasi node-node yang sudah berada di sirkuit TOR, terlihat pada gambar, Alice melewati 3 node untuk menuju ke server "Bob" dan semua koneksinya sudah di enkripsi, pada akhir link yang berada pada node terakhir, koneksi akan di-deskripsi untuk menuju ke server "Bob", secara logika-nya, jika koneksi Alice dilacak, pelacak tidak akan menemukan alamat asli dari Alice melainkan yang ditemukan adalah alamat dari node yang dilewati oleh komputer Alice, karena node yang terakhir yang dilewati komputer Alice koneksinya tidak di enkripsi.

Pada gambar How Tor Works: 3

TOR (The Onion Router)


Langkah ketiga: Jika Alice mengunjungi server yang berbeda di lain waktu, koneksi Alice tidak akan lagi menuju ke sever directory TOR, melainkan langsung ke node-node pada sirkuit yang sudah dibagun. Pada gambar terlihat server yang dikunjungi Alice ialah server "Jane" dan koneksi akan terasa lebih cepat dibandingkan koneksi sebelum membangun sirkuit, karena TOR sudah menentukan node-node yang harus dilewati oleh Alice pada "Langkah pertama" tadi. Mudah-mudahan dengan adanya penjelasan bisa membuat anda memahami bagamana TOR bekerja.

Pada gambar dibawah ini adalah aplikasi TOR Browser yang saya buka di Sistem Operasi Windows 7 (bisa anda dapatkan pada situs torproject.org), dan disini sekali lagi saya ingin menunjukkan bagaimana TOR bekerja. Terlihat pada gambar dibawah ini, lihat pada bagian "Tor circuit for this site". Sebenarnya saya mengunjungi situs https://who.is untuk mengecek IP (Internet Protokol) publik yang saya gunakan dan saya berada di Indonesia, Tor memang berfungsi untuk menjadikan identitas clientnya sebagai anonim dan itu terbukti pada gambar dibawah yang memiliki 3 lapis IP (Internet Protokol), Tor melewati Rute dari "France, dan Sweden kemudian ke Switzerland" untuk terhubung ke internet yaitu ke situs yang saya kunjungi. Pada situs https://who.is terlihat IP yang saya gunakan adalah IP (176.10.99.206) dari negara "Switzerland", padahal saya berada di Indonesia dan IP Indonesia tidak terlihat sama sekali disini, IP anda benar-benar akan dilapisi dengan IP yang lain selanyaknya bagaimana Bawang dan inilah  yang dikatakan sebagai Onion Routing "Rute Bawang". Keunggulan TOR  Browser ini adalah dengan dengan adanya fitur "New Identity" pada aplikasi TOR Browser memungkinkan anda untuk membuat Identitas baru di Internet dan ada juga fitur "New Tor Circuit for this site" yang memungkinkan anda memakai sirkuit atau rute baru untuk terkoneksi dengan Internet. Dengan adanya menu-menu atau fitur-fitur ini anda bisa merubah identitas anonim anda dengan Identitas anonim yang baru. Jika anda menggunakan aplikasi TOR Browser untuk berkomunikasi secara anonim, janganlah menggunakan Browser yang lain untuk berkomunikasi dengan server atau pihak yang sama karena itu sama saja akan membongkar ke-anonim-an anda.

TOR (The Onion Router)


Kegunaan lain dari TOR adalah selain berfungsi untuk berselancar secara anonim di internet, TOR juga bisa menembus Firewall yang dibangun dikantor, dikampus, disekolah dan bahkan Firewall negara sekalipun, Tor juga bisa digunakan untuk mengunjungi "Deep Web". Dengan demikian TOR akan memudahkan orang untuk berselancar secara bebas di internet tanpa harus memikirkan sebuah sensor dan dengan identitas sebagai anonim tetap terjaga.  

Kesimpulannnya berarti TOR tidak hanya digunakan untuk alasan keamanan, melainkan memiliki fungsi lain yang sangat bermamfaat bagi banyak orang terutama bagi penulis sendiri yang merasa dengan adanya TOR, browsing di internet seakan tidak terbatas. Gunakanlah untuk hal-hal yang positif dan jika anda menggunakan untuk hal-hal yang negatif, penulis tidak bertanggungjawab untuk itu.

Source : torproject.org

0 Response to "Sudah Seharusnya Kita Mengenal TOR (The Onion Router)"

Post a Comment